MRP Live di SAP S/4HANA: Perbandingan Lengkap dengan Classic MRP dan Panduan Memilihnya
Di banyak perusahaan manufaktur, proses Material Requirements Planning (MRP) masih berjalan sebagai pekerjaan latar belakang yang dijadwalkan semalaman. Tim production planning menunggu hingga pagi untuk melihat hasilnya, dan ketika ada perubahan mendadak di tengah hari, siklus itu harus diulang lagi. Jika situasi ini terasa familiar, kemungkinan besar perusahaan Anda masih menggunakan Classic MRP.
SAP S/4HANA sebenarnya sudah menghadirkan solusi atas masalah ini sejak beberapa tahun lalu, yaitu MRP Live yang merupakan sebuah pendekatan perencanaan material yang dirancang ulang dari dasarnya untuk memanfaatkan kekuatan database SAP HANA. Hasilnya: proses yang jauh lebih cepat, antarmuka yang lebih modern, dan fondasi yang lebih siap untuk masa depan.
Namun hingga hari ini, banyak perusahaan yang sudah berjalan di SAP S/4HANA masih mengoperasikan Classic MRP, entah karena belum familiar dengan MRP Live, atau karena belum yakin apakah migrasi sepadan dengan usahanya.
Artikel ini hadir untuk menjawab pertanyaan itu. Kami akan mengulas perbedaan mendasar antara MRP Live dan Classic MRP, kapan masing-masing masih relevan digunakan, serta apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk beralih.

MRP di SAP S/4HANA: Satu Sistem, Dua Pilihan
Material Requirements Planning (MRP) adalah proses inti dalam manajemen produksi, merupakan sistem yang menghitung kebutuhan material berdasarkan permintaan, lalu menghasilkan rekomendasi pengadaan atau produksi secara otomatis. Singkatnya, MRP adalah “otak” di balik pertanyaan: bahan apa yang perlu dipesan, berapa banyak, dan kapan?
Di SAP S/4HANA, terdapat dua cara untuk menjalankan MRP: Classic MRP dan MRP Live. Keduanya menjalankan fungsi yang sama secara konsep, namun berbeda secara signifikan dalam hal arsitektur, performa, dan arah pengembangannya ke depan.
Classic MRP adalah warisan dari SAP ERP generasi sebelumnya. Ia sudah terbukti andal selama bertahun-tahun dan masih tersedia penuh di SAP S/4HANA. Sementara itu, MRP Live adalah pendekatan baru yang dikembangkan khusus untuk memanfaatkan kemampuan database SAP HANA, dan telah ditetapkan oleh SAP sebagai target architecture untuk masa depan.
Memahami perbedaan keduanya bukan sekadar soal teknis. Bagi IT manager dan decision-maker, ini adalah pertanyaan strategis: investasi mana yang lebih tepat untuk jangka panjang perusahaan?
Apa Itu MRP Live?
MRP Live adalah versi MRP yang dirancang ulang secara mendasar untuk berjalan secara optimal di atas database SAP HANA. Jika Classic MRP memproses data secara bertahap (memilih satu per satu elemen perencanaan lalu memprosesnya di lapisan aplikasi) maka MRP Live memindahkan sebagian besar logika perencanaan langsung ke dalam database SAP HANA itu sendiri.
Hasilnya adalah perencanaan yang berjalan in-memory: data tidak perlu bolak-balik antara database dan server aplikasi, sehingga proses yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam bisa diselesaikan dalam hitungan menit.
Selain soal kecepatan, MRP Live juga hadir dengan sejumlah penyederhanaan dan fitur baru. Ia dijalankan melalui transaksi tersendiri di SAP S/4HANA (Transaction MD01N), terintegrasi dengan antarmuka modern berbasis SAP Fiori melalui MRP Cockpit, dan mendukung fitur-fitur lanjutan seperti integrasi dengan Production Planning and Detailed Scheduling (PP/DS) serta Demand-Driven MRP (DDMRP), yang tidak tersedia di Classic MRP.
Perbandingan MRP Live dan Classic MRP
Sebelum masuk ke detail, berikut gambaran umum perbedaan keduanya:
| Aspek | Classic MRP | MRP Live |
|---|---|---|
| Arsitektur | Berbasis ABAP, diproses di lapisan aplikasi | Logika dijalankan langsung di SAP HANA |
| Performa | Lebih lambat untuk volume besar | Jauh lebih cepat untuk dataset besar dan kompleks |
| Antarmuka | SAP GUI (transaksi MD01, MD02, dst.) | SAP Fiori via MRP Cockpit (transaksi MD01N) |
| MRP List | Dihasilkan setiap planning run | Tidak dihasilkan — digantikan data live |
| Custom Code | BAdI berbasis ABAP | BAdI berbasis AMDP (SAP HANA procedures) |
| Fitur lanjutan | Tidak tersedia | PP/DS, DDMRP, handover purchase requisitions |
| Dukungan SAP | Masih tersedia, bukan prioritas inovasi | Target architecture — semua inovasi terpusat di sini |
1. Performa dan Kecepatan
Ini adalah perbedaan yang paling langsung dirasakan. Classic MRP memproses elemen perencanaan secara sekuensial, sistem memilih planned orders, memvalidasinya satu per satu, lalu beralih ke purchase orders, production orders, dan seterusnya. Untuk perusahaan dengan ribuan material dan transaksi harian yang tinggi, proses ini bisa memakan waktu berjam-jam.
MRP Live mengubah pendekatan ini secara fundamental. Seluruh seleksi data dilakukan sekaligus, memanfaatkan paralelisme internal SAP HANA. Hasilnya, planning run yang sebelumnya harus dijadwalkan semalaman kini bisa diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat, bahkan memungkinkan perusahaan untuk menjalankan MRP lebih dari sekali dalam sehari jika dibutuhkan.
Satu catatan penting: untuk perencanaan material tunggal yang sederhana, Classic MRP terkadang masih bisa lebih cepat. Keunggulan performa MRP Live paling terasa ketika merencanakan material dalam jumlah besar atau material dengan Bill of Materials (BOM) yang kompleks.
2. Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Classic MRP beroperasi melalui SAP GUI, antarmuka desktop yang sudah lama menjadi standar di ekosistem SAP. Meski fungsional, antarmuka ini sering dianggap kurang intuitif, terutama bagi pengguna baru.
MRP Live hadir bersama MRP Cockpit, serangkaian aplikasi berbasis SAP Fiori yang dapat diakses melalui browser di berbagai perangkat. Tampilannya lebih modern, dengan visualisasi shortage, filter berbasis peran, dan highlight otomatis untuk isu yang perlu segera ditangani. SAP merancang MRP Cockpit dengan pendekatan role-based, seorang planner untuk pengadaan eksternal, misalnya, hanya akan melihat aplikasi yang relevan dengan tugasnya.
Bagi IT manager, ini juga berimplikasi pada proses onboarding dan pelatihan pengguna, antarmuka yang lebih intuitif umumnya berarti kurva belajar yang lebih pendek.
3. MRP List: Fitur Lama yang Mulai Ditinggalkan
Di Classic MRP, setiap planning run menghasilkan MRP List, sebuah laporan statis yang merekam snapshot hasil perencanaan untuk setiap material. Laporan ini tersimpan di tabel database tertentu (MDKP, MDTB, MDTC) dan sering dijadikan basis custom report oleh banyak perusahaan.
MRP Live tidak menghasilkan MRP List. Sebagai gantinya, pengguna bekerja langsung dengan data live melalui MRP Cockpit, yang artinya informasi selalu mutakhir tanpa perlu menunggu planning run berikutnya.
Ini adalah salah satu poin yang paling perlu diperhatikan oleh IT manager: jika perusahaan saat ini memiliki custom report yang membaca data dari tabel MRP List, laporan-laporan tersebut tidak akan berfungsi setelah beralih ke MRP Live. SAP sendiri telah mengumumkan bahwa MRP List merupakan bagian dari compatibility pack dan tidak akan didukung lagi setelah 2025, bahkan untuk Classic MRP.
4. Custom Code dan Fleksibilitas Teknis
Banyak perusahaan mengembangkan logika bisnis tambahan di atas MRP melalui BAdI (Business Add-In), mekanisme ekstensi standar di SAP. Di Classic MRP, BAdI ini ditulis sepenuhnya dalam bahasa ABAP.
MRP Live menggunakan pendekatan berbeda. Karena sebagian besar logika perencanaan kini berjalan di lapisan SAP HANA, BAdI yang tersedia di MRP Live berbasis AMDP (ABAP Managed Database Procedures), yang membutuhkan keahlian tambahan untuk mengembangkan dan memeliharanya.
Ini berarti perusahaan yang memiliki banyak custom BAdI di Classic MRP perlu mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk mengonversi logika tersebut ke format AMDP sebelum bisa sepenuhnya beralih ke MRP Live.
Sebagai jalan tengah, SAP menyediakan transaksi MD_MRP_FORCE_CLASSIC yang memungkinkan material tertentu tetap diproses dengan logika Classic MRP meski berjalan di transaksi MD01N, namun opsi ini sebaiknya digunakan sesedikit mungkin agar keunggulan performa MRP Live tetap optimal.
5. Fitur Eksklusif MRP Live
Beberapa kapabilitas lanjutan hanya tersedia di MRP Live dan tidak bisa diakses melalui Classic MRP, di antaranya:
- Integrasi PP/DS
MRP Live memungkinkan material yang direncanakan dengan Production Planning and Detailed Scheduling (PP/DS) digabungkan dalam satu planning run, menyederhanakan koordinasi antar job yang sebelumnya harus dijalankan terpisah. - Demand-Driven MRP (DDMRP)
Pendekatan perencanaan modern yang menggunakan buffer stok strategis untuk melindungi rantai pasokan dari fluktuasi permintaan. Fitur ini hanya tersedia sebagai MRP type khusus di MRP Live. - Handover Purchase Requisitions
Fitur yang diperkenalkan di SAP S/4HANA 2020, memungkinkan purchase requisition dibuat oleh MRP namun belum langsung relevan untuk purchasing hingga secara eksplisit “diserahterimakan” oleh MRP controller, yang mana memberikan kontrol lebih atas proses pengadaan.
Kapan Classic MRP Masih Relevan?
Meski MRP Live jelas diarahkan sebagai masa depan oleh SAP, bukan berarti Classic MRP harus langsung ditinggalkan dalam semua situasi. Ada beberapa kondisi di mana Classic MRP masih menjadi pilihan yang masuk akal, setidaknya untuk sementara waktu.
Perencanaan material tunggal secara ad-hoc
Ketika seorang planner perlu merencanakan satu material saja, misalnya untuk melihat dampak perubahan permintaan sebelum menyimpan hasilnya, Classic MRP masih bisa lebih responsif. MRP Live dirancang untuk unggul dalam volume besar, sementara untuk skenario sederhana seperti ini, perbedaan performa tidak terlalu signifikan.
Perusahaan yang sangat bergantung pada custom ABAP BAdI
Jika perusahaan memiliki banyak logika bisnis kustom yang tertanam dalam BAdI berbasis ABAP dan belum ada rencana konversi ke AMDP dalam waktu dekat, menggunakan Classic MRP sementara waktu adalah pilihan yang lebih aman daripada memaksakan migrasi yang belum siap.
Fase transisi implementasi SAP S/4HANA
Bagi perusahaan yang baru saja menyelesaikan migrasi brownfield ke SAP S/4HANA, yaitu migrasi yang membawa data dan konfigurasi lama ke sistem baru, Classic MRP bisa menjadi jembatan sementara. Prioritas awal adalah memastikan sistem berjalan stabil; migrasi ke MRP Live bisa direncanakan sebagai langkah berikutnya.
Yang perlu ditekankan: “masih relevan sementara waktu” berbeda dari “layak dijadikan strategi jangka panjang.” SAP telah menegaskan bahwa seluruh inovasi MRP ke depan akan difokuskan pada MRP Live. Artinya, setiap tahun yang berlalu, gap fitur antara keduanya akan semakin melebar.
Risiko dan Pertimbangan Sebelum Migrasi ke MRP Live
Memutuskan untuk beralih ke MRP Live bukan sekadar mengubah transaksi yang digunakan. Ada sejumlah area yang perlu dievaluasi secara cermat agar transisi berjalan tanpa gangguan operasional.
Audit custom report berbasis MRP List
Ini adalah area risiko tertinggi bagi sebagian besar perusahaan. Identifikasi semua laporan kustom yang membaca data dari tabel MRP List (MDKP, MDTB, MDTC). Laporan-laporan ini harus dimigrasi sebelum MRP Live diaktifkan, baik dengan menggunakan function module yang direkomendasikan SAP (MD_MDPSX_READ_API), maupun dengan memanfaatkan MRP extractor untuk menyimpan hasil perencanaan ke tabel kustom.
Inventarisasi dan konversi custom BAdI
Tim teknis perlu memetakan semua BAdI ABAP yang aktif dalam proses MRP saat ini, lalu mengevaluasi mana yang memiliki padanan AMDP di MRP Live. Proses konversi ini membutuhkan keahlian yang spesifik dan waktu pengujian yang memadai, jangan diremehkan dalam perencanaan proyek.
Pelatihan ulang pengguna
Perpindahan dari SAP GUI ke SAP Fiori dan MRP Cockpit membutuhkan adaptasi dari sisi pengguna. Meski antarmuka baru lebih intuitif, tim production planning tetap perlu dibekali pelatihan agar produktivitas tidak turun di masa transisi.
Pendekatan hybrid sebagai opsi mitigasi
Jika migrasi penuh terasa terlalu berisiko dalam satu langkah, SAP mendukung pendekatan hybrid: gunakan MRP Live untuk merencanakan sebagian besar material dalam volume besar, sementara material tertentu yang masih bergantung pada logika ABAP kustom tetap diproses dengan Classic MRP. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menikmati keunggulan performa MRP Live secara bertahap, sambil memberikan waktu untuk menyelesaikan konversi teknis yang diperlukan.
Rekomendasi: Mana yang Tepat untuk Perusahaan Anda?
Tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua perusahaan. Pilihan antara MRP Live dan Classic MRP sangat bergantung pada kondisi sistem, kematangan tim, dan kesiapan teknis masing-masing organisasi. Berikut panduan singkat sebagai titik awal evaluasi:
- Jika perusahaan Anda sedang melakukan implementasi SAP S/4HANA baru (greenfield)
Gunakan MRP Live sejak awal. Tidak ada beban migrasi, tidak ada custom code lama yang perlu dikonversi, dan Anda langsung membangun di atas arsitektur yang didukung penuh oleh SAP untuk jangka panjang. - Jika perusahaan Anda baru saja migrasi ke SAP S/4HANA (brownfield)
Pertimbangkan pendekatan hybrid. Stabilkan sistem terlebih dahulu dengan Classic MRP, lakukan audit custom report dan BAdI, lalu rencanakan migrasi bertahap ke MRP Live dalam roadmap 1–2 tahun ke depan. - Jika perusahaan Anda sudah lama berjalan di SAP S/4HANA namun belum beralih ke MRP Live
Ini saat yang tepat untuk memulai evaluasi. Tenggat dukungan MRP List di 2025 seharusnya menjadi sinyal yang cukup kuat bahwa menunda migrasi hanya akan mempersulit transisi di kemudian hari.
Kesimpulan
MRP Live bukan sekadar pembaruan teknis, ia adalah perubahan paradigma dalam cara SAP memandang perencanaan material di era modern. Dengan performa yang jauh lebih baik, antarmuka yang lebih intuitif, dan fitur-fitur lanjutan yang terus berkembang, MRP Live adalah fondasi yang tepat untuk operasi supply chain yang lebih agil dan responsif.
Classic MRP tetap tersedia dan masih relevan dalam skenario tertentu, namun arah yang ditetapkan SAP sudah jelas: semua inovasi akan terpusat pada MRP Live. Semakin lama perusahaan menunda evaluasi, semakin besar gap yang harus dijembatani nantinya.
Pertanyaan yang lebih tepat bukanlah “Apakah perlu beralih ke MRP Live?”, melainkan “Kapan dan bagaimana cara terbaik untuk melakukannya?”
Siap Melihat MRP Live Bekerja Secara Langsung?
Memahami perbedaan MRP Live dan Classic MRP di atas kertas adalah satu hal, melihatnya langsung dalam sistem nyata adalah hal yang berbeda.
Think Tank Solusindo menyediakan sesi demo gratis SAP S/4HANA yang dirancang khusus untuk IT manager dan decision-maker. Dalam sesi ini, Anda bisa melihat langsung bagaimana MRP Live bekerja, mengeksplorasi MRP Cockpit berbasis SAP Fiori, dan berdiskusi dengan konsultan kami tentang strategi migrasi yang paling sesuai dengan kondisi perusahaan Anda.
Tidak ada komitmen, tidak ada tekanan, hanya insight yang relevan untuk keputusan bisnis Anda.
👉 Jadwalkan Demo Gratis Anda Sekarang dan jadilah perusahaan yang selangkah lebih siap menghadapi masa depan supply chain.
📞 Hubungi Kami Sekarang!
- 📱 WhatsApp: +62 857-1434-5189
- 🖱️ Coba Demo Gratis: Klik di sini
- 📨 Email: info@8thinktank.com

FAQ seputar MRP Live
Apa perbedaan utama antara MRP Live dan Classic MRP?
Perbedaan utamanya terletak pada arsitektur dan performa. Classic MRP memproses data secara bertahap di lapisan aplikasi menggunakan ABAP, sementara MRP Live memindahkan sebagian besar logika perencanaan langsung ke dalam database SAP HANA sehingga jauh lebih cepat, terutama untuk volume material yang besar dan kompleks.
Apakah Classic MRP masih bisa digunakan di SAP S/4HANA?
Ya, Classic MRP masih tersedia dan didukung di SAP S/4HANA. Namun SAP telah menetapkan MRP Live sebagai target architecture, yang berarti semua inovasi dan pengembangan fitur baru akan difokuskan pada MRP Live. Selain itu, MRP List, salah satu komponen utama Classic MRP, tidak akan didukung lagi oleh SAP setelah 2025.
Apakah migrasi ke MRP Live membutuhkan implementasi ulang dari awal?
Tidak. Migrasi ke MRP Live tidak memerlukan implementasi ulang sistem SAP S/4HANA. Namun ada beberapa hal yang perlu disiapkan, seperti mengaudit custom report berbasis MRP List, mengonversi custom BAdI dari ABAP ke AMDP, dan melatih ulang pengguna untuk antarmuka SAP Fiori yang baru.
Apa itu MRP Cockpit dan apa hubungannya dengan MRP Live?
MRP Cockpit adalah kumpulan aplikasi berbasis SAP Fiori yang dirancang untuk memvisualisasikan dan mengelola hasil perencanaan MRP. MRP Cockpit bekerja secara optimal bersama MRP Live karena menampilkan data secara live, tanpa perlu menunggu MRP List yang bersifat statis seperti di Classic MRP.
Apakah MRP Live cocok untuk semua ukuran perusahaan?
MRP Live cocok untuk perusahaan dari berbagai skala yang menggunakan SAP S/4HANA. Keunggulan performanya paling terasa pada perusahaan dengan volume material besar dan struktur BOM yang kompleks. Untuk perusahaan skala lebih kecil dengan material yang sederhana, manfaatnya tetap ada, terutama dari sisi antarmuka modern dan kesiapan jangka panjang.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk migrasi dari Classic MRP ke MRP Live?
Durasinya sangat bergantung pada kompleksitas sistem yang ada — terutama jumlah custom report dan BAdI yang perlu dimigrasi. Perusahaan tanpa kustomisasi yang signifikan bisa beralih dalam hitungan minggu, sementara perusahaan dengan banyak custom code mungkin membutuhkan beberapa bulan. Pendekatan hybrid juga tersedia sebagai opsi migrasi bertahap.
