
Sebelum Dukungan SAP ECC Berakhir: Kenapa RISE with SAP Jadi Pilihan Perusahaan Besar Indonesia
Tim IT di sebuah perusahaan manufaktur besar baru saja menerima proposal maintenance tahunan dari vendor SAP mereka, dan angkanya naik cukup signifikan dibanding tahun lalu. Setelah ditelusuri, kenaikan ini bukan tanpa alasan.
Sistem SAP ECC yang mereka gunakan sejak lebih dari satu dekade lalu sudah mendekati masa akhir dukungan resmi, sehingga biaya untuk mempertahankannya justru semakin mahal, bukan semakin murah.
Situasi seperti ini bukan kasus terisolasi. Banyak perusahaan di Indonesia yang masih mengandalkan SAP ERP 6.0 atau versi on-premise SAP S/4HANA kini menghadapi pertanyaan yang sama, yaitu bertahan dengan biaya yang terus membengkak, atau mulai bertransformasi ke cloud selagi masih ada waktu.
Pertanyaan ini semakin relevan ketika Anda melihat bahwa sejumlah perusahaan besar di Indonesia, mulai dari maskapai penerbangan nasional, konglomerasi ritel dan manufaktur, hingga perusahaan energi panas bumi milik negara, sudah lebih dulu mengambil langkah ini.
Mereka memilih RISE with SAP sebagai jalur migrasi menuju SAP Cloud ERP, bukan sekadar mengikuti tren, melainkan karena tenggat waktu dukungan SAP ECC memang semakin dekat. Bagi Anda yang masih mempertimbangkan kapan waktu yang tepat untuk bertransformasi, memahami apa itu RISE with SAP, mengapa urgensinya nyata, dan bagaimana perusahaan sekelas mereka menjalankannya bisa menjadi titik awal yang tepat.
Key Takeaways
- RISE with SAP adalah paket transformasi cloud dari SAP yang ditujukan khusus bagi perusahaan yang sudah menggunakan SAP ECC atau SAP S/4HANA on-premise sebelumnya.
- Mainstream maintenance SAP ECC berakhir akhir 2027, dengan extended maintenance hingga 2030 yang membebankan biaya tambahan di luar yang biasa dibayarkan.
- Sejumlah perusahaan besar Indonesia seperti Garuda Indonesia, Sinar Mas, Kawan Lama Group, Tigaraksa Satria, dan Geo Dipa Energi sudah lebih dulu bermigrasi melalui RISE with SAP.
- RISE with SAP berbeda dari GROW with SAP, karena GROW ditujukan untuk perusahaan yang benar-benar baru mengadopsi ekosistem SAP.
- Persiapan migrasi mencakup asesmen sistem, perhitungan ROI, dan pemilihan SAP partner Indonesia yang berpengalaman menangani implementasi skala enterprise.
Apa itu RISE with SAP?
RISE with SAP adalah paket transformasi bisnis yang digagas SAP untuk membantu perusahaan pengguna SAP ERP atau SAP S/4HANA on-premise berpindah ke lingkungan cloud secara terpandu. Berbeda dengan pendekatan migrasi konvensional yang mengharuskan Anda mengurus lisensi software, infrastruktur, dan layanan pendukung secara terpisah dari berbagai vendor, RISE with SAP menyatukan semuanya dalam satu kontrak dan satu tanggung jawab.
Di dalamnya tercakup SAP S/4HANA Cloud Private Edition sebagai inti sistem, infrastruktur cloud dari hyperscaler pilihan Anda seperti AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud, layanan migrasi teknis, hingga akses ke SAP Business Technology Platform (BTP) untuk kebutuhan integrasi dan pengembangan aplikasi tambahan.
Konsep inti yang membedakan RISE with SAP dari pendekatan lama adalah clean core, yaitu strategi menjaga sistem inti tetap standar dan minim kustomisasi berlebihan. Pendekatan ini membuat proses upgrade di masa depan menjadi jauh lebih sederhana, karena Anda tidak perlu lagi berurusan dengan tumpukan kode kustom yang rumit setiap kali ada pembaruan sistem. Sebagai gantinya, kebutuhan spesifik perusahaan Anda dapat dipenuhi melalui ekstensi di SAP BTP tanpa menyentuh sistem inti, sehingga kompatibilitas tetap terjaga.
Dari sisi pengalaman pengguna, RISE with SAP juga menghadirkan antarmuka SAP Fiori yang lebih modern dan intuitif dibandingkan tampilan SAP ECC yang selama ini mungkin sudah familiar bagi tim operasional Anda.
Selain itu, karena seluruh infrastruktur dikelola langsung oleh SAP melalui SAP Enterprise Cloud Services, tim IT internal Anda tidak perlu lagi memikirkan urusan pemeliharaan server, kapasitas penyimpanan, atau patch keamanan secara manual. Semua ini menjadi tanggung jawab SAP, sehingga tim Anda bisa fokus pada hal yang lebih strategis, yaitu bagaimana memanfaatkan data dan proses bisnis yang sudah terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan.
Penting untuk dipahami bahwa RISE with SAP ditujukan khusus bagi perusahaan yang sudah menjadi pelanggan SAP sebelumnya, baik yang masih menggunakan SAP ECC maupun SAP S/4HANA versi on-premise.
Ini berbeda dengan GROW with SAP yang lebih ditujukan untuk perusahaan yang benar-benar baru mengadopsi ekosistem SAP. Perbedaan target ini akan kita bahas lebih lanjut di bagian selanjutnya, karena memahami mana yang sesuai dengan posisi perusahaan Anda saat ini adalah langkah penting sebelum menentukan jalur transformasi yang tepat.

RISE with SAP vs GROW with SAP: Mana yang Tepat untuk Perusahaan Anda?
Meskipun sama-sama merupakan program transformasi cloud dari SAP, RISE with SAP dan GROW with SAP dirancang untuk situasi perusahaan yang berbeda. Perbedaan paling mendasar terletak pada titik awal perjalanan Anda.
RISE with SAP disiapkan bagi perusahaan yang sudah menjadi pengguna SAP sebelumnya, baik yang masih menjalankan SAP ECC maupun SAP S/4HANA versi on-premise, dan kini ingin bertransformasi menuju cloud tanpa kehilangan proses bisnis serta data yang sudah terbangun selama bertahun-tahun. Sebaliknya, GROW with SAP dirancang untuk perusahaan yang benar-benar baru memasuki ekosistem SAP dan belum pernah mengimplementasikan solusi SAP apa pun sebelumnya.
Perbedaan ini kemudian berimbas pada pendekatan implementasinya. RISE with SAP cenderung lebih fleksibel dan dapat disesuaikan secara mendalam (customizable), karena harus mengakomodasi kompleksitas proses bisnis yang sudah ada, termasuk kebutuhan integrasi dengan sistem lama maupun skenario implementasi hybrid dan two-tier untuk perusahaan dengan banyak anak usaha.
Sementara itu, GROW with SAP menawarkan pendekatan yang lebih ramping dan terstandardisasi dengan paket SKU yang sudah jelas, sehingga cocok untuk perusahaan menengah yang ingin go-live dalam hitungan minggu tanpa proses konfigurasi yang rumit.
Dari sisi target pasar, kedua program ini sebenarnya saling melengkapi dalam portofolio SAP. Jika perusahaan Anda saat ini masih bergantung pada SAP ECC yang mendekati akhir masa dukungan, atau sudah menjalankan SAP S/4HANA on-premise namun ingin memindahkannya ke cloud, maka RISE with SAP adalah jalur yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebaliknya, jika perusahaan Anda belum pernah menggunakan SAP dan sedang mencari software ERP cloud dari nol, GROW with SAP akan menjadi pilihan yang lebih relevan untuk dipertimbangkan.
Urgensi yang Sering Terlewat: Batas Waktu Dukungan SAP ECC Semakin Dekat
Banyak perusahaan yang masih menunda migrasi karena menganggap sistem SAP ECC mereka masih berjalan baik-baik saja. Padahal, ada satu hal yang perlu Anda pahami, yaitu pembaruan terakhir untuk SAP ECC 6.0 dirilis sejak 2016.
Artinya, jika perusahaan Anda masih mengandalkan sistem ini hingga sekarang, Anda sebenarnya menjalankan operasional bisnis dengan aplikasi yang usianya sudah cukup lama, sambil kehilangan berbagai kapabilitas modern berbasis AI yang sudah tersedia di SAP S/4HANA.
Yang lebih mendesak lagi adalah soal timeline dukungan resminya. Mainstream maintenance untuk SAP ECC dijadwalkan berakhir pada akhir 2027, meski ini hanya berlaku penuh bagi perusahaan yang sudah berada di Enhancement Package (EHP) 6 atau lebih tinggi. Jika sistem Anda masih di EHP 5 ke bawah, maka jendela waktu yang tersisa jauh lebih sempit.
Setelah periode mainstream berakhir, SAP memang masih menyediakan extended maintenance hingga akhir 2030, namun dengan biaya tambahan di luar yang biasa Anda bayarkan. Setelah 2030, perusahaan yang belum bermigrasi harus menanggung sendiri biaya pemeliharaan sistem, atau mencari penyedia dukungan pihak ketiga dengan risiko kompatibilitas yang lebih tinggi.
Implikasinya cukup jelas bagi perencanaan anggaran Anda. Semakin lama perusahaan menunda migrasi, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk mempertahankan sistem lama, sementara kompetitor yang sudah lebih dulu bertransformasi mendapatkan efisiensi operasional dan kapabilitas AI yang tidak Anda miliki.
Dengan mempertimbangkan bahwa proses migrasi melalui RISE with SAP sendiri membutuhkan waktu, mulai dari tahap perencanaan, quality gate, hingga go-live, memulai persiapan lebih awal akan memberi ruang gerak yang jauh lebih aman dibandingkan menunggu hingga tenggat waktu benar-benar mepet.
Bukti Nyata: Perusahaan-Perusahaan Besar Indonesia Sudah Lebih Dulu Bergerak
Urgensi timeline di atas bukan sekadar teori. Dalam satu hingga dua tahun terakhir, sejumlah perusahaan besar di Indonesia dari berbagai sektor sudah mengambil langkah nyata dengan bermigrasi melalui RISE with SAP, dan pola yang muncul cukup konsisten yaitu mereka semua mengejar fondasi digital yang lebih tangguh sebelum tekanan biaya dan risiko sistem lama semakin membesar.
Garuda Indonesia menjadi salah satu contoh paling menonjol. Maskapai penerbangan nasional ini memilih RISE with SAP untuk mengintegrasikan proses inti mereka, mulai dari keuangan, pengadaan, hingga manajemen rantai pasok, ke dalam SAP Cloud ERP Private. Langkah ini juga menghadirkan antarmuka SAP Fiori bagi karyawan mereka, sehingga alur kerja operasional yang sebelumnya tersebar di berbagai sistem kini dapat diakses secara lebih terpusat dan efisien.
Di sektor konglomerasi multisektor, Sinar Mas turut mengambil langkah serupa dengan memindahkan lima lini bisnisnya ke SAP S/4HANA Cloud melalui RISE with SAP. Sebagai salah satu pelanggan SAP pertama di Indonesia yang sebelumnya masih mengandalkan sistem on-premise, keputusan Sinar Mas ini didorong oleh kebutuhan untuk mendapatkan visibilitas data yang lebih menyeluruh di tengah kompleksitas bisnis mereka yang mencakup berbagai industri.
Kawan Lama Group, grup ritel dan manufaktur dengan lebih dari 1.200 gerai serta puluhan merek seperti INFORMA, Chatime, dan Krisbow, juga mengumumkan transformasi serupa. Bagi perusahaan dengan skala ekspansi seagresif ini, migrasi ke RISE with SAP menjadi jawaban atas tantangan manajemen data dan operasional yang semakin kompleks seiring pertumbuhan bisnis mereka.
Sementara itu, Tigaraksa Satria di sektor distribusi barang konsumsi meluncurkan proyek migrasi mereka ke RISE with SAP S/4HANA Private Cloud Edition di atas Google Cloud Platform, dengan tujuan menyederhanakan operasional serta meningkatkan efisiensi di seluruh rantai pasokan dan jaringan distribusi mereka.
Di sektor energi, Geo Dipa Energi turut menunjukkan bahwa RISE with SAP tidak hanya relevan bagi sektor manufaktur atau ritel, karena perusahaan energi panas bumi milik negara ini berhasil menyelesaikan transformasinya hanya dalam waktu empat bulan, dengan hasil berupa proses bisnis dan data yang lebih terhubung untuk mendukung pengambilan keputusan.
Kelima contoh ini menunjukkan satu benang merah yang sama, yaitu perusahaan-perusahaan besar Indonesia dari sektor yang berbeda-beda tidak menunggu hingga tenggat waktu dukungan SAP ECC benar-benar habis. Mereka memanfaatkan RISE with SAP justru saat masih memiliki keleluasaan waktu untuk merencanakan transformasi secara matang, bukan dalam kondisi terdesak.
Bagaimana Memulai Perjalanan RISE with SAP untuk Perusahaan Anda?
Setelah melihat urgensi timeline dan bukti bahwa perusahaan-perusahaan besar Indonesia sudah lebih dulu bergerak, pertanyaan berikutnya yang wajar muncul adalah bagaimana cara memulainya. Berbeda dengan asumsi banyak orang, migrasi melalui RISE with SAP tidak berarti Anda harus menyelesaikan semuanya secara internal. SAP menyediakan quality gate dan roadmap transformasi yang terstruktur, namun keberhasilan implementasinya tetap sangat bergantung pada persiapan matang di sisi perusahaan Anda sendiri.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi sistem SAP ECC atau S/4HANA on-premise Anda saat ini, termasuk sejauh mana kustomisasi yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun.
Semakin banyak kustomisasi yang menyimpang dari standar (wricef objects), semakin kompleks pula proses migrasi yang perlu direncanakan, karena Anda perlu memutuskan mana yang bisa disederhanakan mengikuti prinsip clean core dan mana yang benar-benar krusial untuk dipertahankan. Untuk membantu proses evaluasi ini, Anda bisa memanfaatkan checklist implementasi SAP sebagai panduan awal agar tidak ada aspek penting yang terlewat.
Setelah asesmen selesai, langkah berikutnya adalah menghitung estimasi ROI implementasi SAP S/4HANA untuk mendapatkan gambaran yang jelas bagi jajaran manajemen. Perhitungan ini penting bukan hanya untuk mendapatkan persetujuan anggaran, tetapi juga untuk menetapkan ekspektasi yang realistis mengenai kapan investasi transformasi ini mulai memberikan nilai balik bagi bisnis Anda.
Dalam tahap ini, membandingkan biaya mempertahankan sistem lama pasca-2027 dengan investasi migrasi ke RISE with SAP biasanya menjadi argumen yang cukup kuat untuk meyakinkan stakeholder internal.
Terakhir dan tidak kalah penting, pemilihan mitra implementasi menjadi faktor penentu keberhasilan proyek ini. Mengingat kompleksitas RISE with SAP yang jauh lebih tinggi dibandingkan implementasi ERP standar, Anda memerlukan SAP partner Indonesia yang sudah berpengalaman menangani migrasi skala enterprise, memahami konteks regulasi dan proses bisnis lokal, serta mampu mendampingi Anda dari tahap perencanaan hingga go-live dan masa stabilisasi pasca-implementasi.
Kesimpulan
Batas waktu dukungan SAP ECC yang semakin dekat bukan sekadar isu teknis yang bisa ditunda-tunda begitu saja. Ini adalah keputusan strategis yang berdampak langsung pada efisiensi biaya, keamanan sistem, dan daya saing perusahaan Anda dalam jangka panjang.
Seperti yang sudah ditunjukkan oleh Garuda Indonesia, Sinar Mas, Kawan Lama Group, Tigaraksa Satria, dan Geo Dipa Energi, langkah bertransformasi lewat RISE with SAP paling ideal diambil saat perusahaan masih memiliki keleluasaan waktu untuk merencanakan dengan matang, bukan ketika sudah terdesak oleh tenggat waktu.
Jika perusahaan Anda saat ini masih mengandalkan SAP ECC atau SAP S/4HANA on-premise dan mulai mempertimbangkan langkah migrasi ke cloud, sekaranglah waktu yang tepat untuk mulai berdiskusi dengan mitra implementasi yang tepat. Tim Think Tank Solusindo siap membantu Anda melakukan asesmen kesiapan sistem, menyusun roadmap migrasi, hingga mendampingi proses implementasi RISE with SAP dari awal hingga go-live.
Siap Optimalkan Proses Bisnis Anda?
SAP Business One, Acumatica, dan SAP S/4HANA membantu perusahaan Anda mengelola operasional secara lebih efisien dan terintegrasi, sesuai kebutuhan industri Anda.
Konsultasi via WhatsAppCoba Demo GratisFAQ seputar Rise with SAP
Apa perbedaan utama antara RISE with SAP dan GROW with SAP?
RISE with SAP ditujukan untuk perusahaan yang sudah menggunakan SAP sebelumnya (SAP ECC atau S/4HANA on-premise) dan ingin bermigrasi ke cloud, sementara GROW with SAP dirancang untuk perusahaan yang benar-benar baru mengadopsi ekosistem SAP.
Kapan tepatnya dukungan untuk SAP ECC akan berakhir?
Mainstream maintenance dijadwalkan berakhir akhir 2027 (untuk EHP 6 ke atas), dengan extended maintenance tersedia hingga akhir 2030 dengan biaya tambahan.
Perusahaan seperti apa yang cocok menggunakan RISE with SAP?
RISE with SAP cocok untuk perusahaan skala menengah hingga besar yang sudah menjadi pengguna SAP, termasuk yang membutuhkan implementasi hybrid atau two-tier untuk beberapa anak usaha atau lini bisnis.
Apakah RISE with SAP hanya untuk sektor manufaktur?
Tidak. Seperti terlihat dari studi kasus Garuda Indonesia (penerbangan), Sinar Mas dan Kawan Lama (konglomerasi multisektor), Tigaraksa Satria (distribusi), dan Geo Dipa Energi (energi), RISE with SAP relevan untuk berbagai sektor industri.
Berapa lama proses migrasi RISE with SAP biasanya berlangsung?
Durasi bervariasi tergantung kompleksitas sistem dan skala perusahaan. Sebagai gambaran, Geo Dipa Energi menyelesaikan transformasinya dalam waktu empat bulan, meski perusahaan dengan kustomisasi lebih kompleks umumnya membutuhkan waktu lebih panjang.
